Dongdaemun Design Plaza, Seoul Korea Selatan

Seribu Wisata – Pada masa dinasti joseon atau Hanyang, kota Seoul jauh lebih kecil dari pada yang kita lihat sekarang. Seoul masa itu dipenuhi hanok atau rumah-rumah kayu tradisional Korea yang menawan dan beratap genting. Dikelilingi pegunungan, struktur kota menjadi benteng yang memberikan perlindungan terhadap penjajah luar. Ada delapan gerbang yang berdiri di sepanjang benteng, empat di antaranya berada di arah mata angin ( utara,selatan, timur dan barat ) yang berfungsi sebagai pintu masuk utama ke ibu kota.

Dari keempat gerbang itu, gerbang timur dinamai Heunginjimun yang berarti ” Gerbang Kebangkitan Kebajikan “. Gerbang ini dikenal sebagai Dongdaeum, yang berarti “Gerbang Timur Besar”. Daerah di sekitar pintu masuk merupakan penghubung aktivitas komersial dan transportasi, yang berkembang cepat di tahun 60-an dan 70-an.

Daerah ini pun menjadi pusat industri teksil sebagai komoditas ekspor utama Korea pada saat itu. Sebagai cabang dari industri yang sedang berkembang, didirikan pasar luas untuk tempat penjualan pakaian-pakaian yang diproduksi dari pabrik-pabrik terdekat. Saat ini , pasar berkembang dengan cepat keseluruh kota, tempat puluhan ribu pekerja, pedagang, dan desainer bekerja. Dongdaemun dan daerah sekitarnya kemudian menjadi pusat kendali dari industri mode Korea.

Selama periode penjajahan Jepang, sebuah stadion besar dibangun di Dongdaemun. Stadion ini merupakan salah satu pusat olaraga utama di negara itu. Transformasi kawasan Dongdaemun dimulai ketika pemerintah kota Seoul pada 2008 merobohkan stadiun ini untuk membuat landmark khusus didedikasikan untuk desain.

Lihat :

Dongdaemun Design Plaza
Via @zahahadidarchitects

Dongdaemun Desain Plaza & Park ( DDP) menjadi pusat desain. Bangunan ini dianggap sebagai salah satu kunci pertumbuhan masa depan Korea dan daya tarik utama wisata karena memiliki ruang spesial untuk museum seni dan pameran. Tidak ada fasilitas lain di seluruh dunia yang secara eksklusif didedikasikan untuk desain sedemikian besar dan megah seperti DDP.

Sampai saat ini, DDP adalah proyek arsitektur publik terbesar di Korea. Bangunan ini dirancang oleh Zaha Hadid yang terkenal di kalangan arsitek dunia, Zaha Hadid dikenal memliki Brand sendiri dengan bentuk arsitektur yang terdiri atas kurva dan garis miring yang kontras dengan kebanyakan bangunan konvensional dengan garis vertikal dan sudut yang tegas. Hadid mengusulkan landskap arsitektur yang terintregrasi sepenuhnya ke stadion lama. Konstruksi dimulai pertama kali pada 2009 dengan desain futuristik yang membuat DDP menarik perhatian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *